300x250 AD TOP

Selasa, 20 Oktober 2015

Tagged under: ,

Kajian Kitab Tauhid - Pengertian Bid'ah dan Pembagiannya

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Ustadz Yahya Abdul Aziz –hafidzahullah- , pada Senin sore, 7 Muharram 1437/ 20 Oktober 2015. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Pengertian Bid’ah dan Pembagiannya “. Semoga bermanfaat.
Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini
Bid'ah menurut bahasa, diambil dari bida' yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh
Imam Asy-Syathibi dalam kitab Al-I’tisham (kitab yang membahas seluk-beluk bid’ah). Beliau menjelaskan bid’ah adalah:
اَلْبِدْعَةُ: طَرِيْقَةٌ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٌ، تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا الْمُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُّدِ ِللهِ سُبْحَانَهُ.
“Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah .”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.
“Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak” [HR. Bukhari (no. 2697) dan Muslim (no. 1718)]

Simak penjelasan lebih lengkap tentang “Pengertian Bid’ah dan Pembagiannya” dalam rekaman berikut
Link Unduh

Minggu, 18 Oktober 2015

Tagged under: ,

Kajian Islam Jatinangor dan Sekitarnya

KAJIAN DI JATINANGOR - SUMEDANG

# KAJIAN KITAB ULAMA #
1. Cara Mudah Memahami Aqidah Islam yang benar

Dari Kitab "Tauhid"
Karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Bersama Ustadz Yahya Abdul Aziz -Hafidzahullah-
Rutin setiap hari Selasa (setiap pekan), pukul 16.00 WIB – Selesai
Tempat : Masjid Al Huda (Samping RM. SUHARTI dan PUSKESMAS) Jatinangor
2. Bertamasya ke Teman Orang-orang Shalih
Dari Kitab "Riyadhus Shalihin"
Karya Imam An-Nawawi
Bersama Ustadz Yahya Abdul Aziz -Hafidzahullah-
Rutin setiap hari Kamis (setiap pekan), pukul 16.00 WIB – Selesai

Tempat : Masjid Al Huda (Samping RM. SUHARTI dan PUSKESMAS) Jatinangor

3. Fiqih Mudah Bagi Kehidupan

Dari Kitab “Bulughul Maram”

Karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani
Bersama Ustadz Muhammad Rofiq -Hafidzahullah-
Rutin setiap hari Jum'at (Pekan ke-2 dan ke-4), pukul 16.00 WIB – Selesai
Tempat: Masjid Raya Padjadjaran (Balé Aweuhan)

GRATIS UNTUK UMUM IKHWAN DAN AKHWAT
Contact Person
Ikhwan : 085725367255
Akhwat : 085273005845

Jumat, 09 Oktober 2015

Tagged under:

Kajian Kitab Bulughul Maram Hadits 60-62

Alhamdulilah telah selesai kajian dari kitab Bulughul Maram yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Rofiq

Tanggal 25 Dzulhijjah 1436 / 9 Oktober 2015

Tempat: 
Masjid Raya Padjadjaran

Membahas Hadits ke 60-62

Hadits 60

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( رَأَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلًا وَفِي قَدَمِهِ مِثْلُ اَلظُّفْرِ لَمْ يُصِبْهُ اَلْمَاءُ فَقَالَ: اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ 

Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada bagian sebesar kuku yang belum terkena air maka beliau bersabda: "Kembalilah lalu sempurnakan wudlumu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. 

Hadits 61

عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Anas dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sho' hingga lima mud air. Muttafaq Alaihi

Hadits 62

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ اَلْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ اَلْجَنَّةِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَزَادَ ( اَللَّهُمَّ اِجْعَلْنِي مِنْ اَلتَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ اَلْمُتَطَهِّرِينَ 


Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tiada seorang pun di antara kamu yang berwudlu dengan sempurna kemudian berdo'a: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hambaNya dan utusanNya-kecuali telah dibukakan baginya pintu syurga yang delapan ia dapat masuk melalui pintu manapun yang ia kehendaki." Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan tambahan (doa): "Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
 

Simak Penjelasannya di link berikut

https://drive.google.com/open?id=0B8auIYLitIjmdXlXaXpSRkpXZG8
https://www.dropbox.com/s/zini58y50up9h7v/Kajian%20Bulughul%20Maram%20-%20%20Hemat%20Berwudhu%20%26%20Doa%20Setelah%20Wudhu%20-%20Hadits%20ke%2060-63.amr?dl=0

Rabu, 28 Mei 2014

Tagged under:

AL-ALA' BIN AL-HADHRAMI - Menunggang Kuda Diatas Air - Kisah Keajaiban Do'a


Diriwayatkan dari Saham bin Munjab, dia berkata, 'Dalam peperangan di wilayah Darain al-Ala' bin al-Hadrami bersama kami. al-Ala' memanjatkan doa, ketiga doa tersebut dikabulkan Allah.'

Kemudian kami berjalan bersama-sama, sehingga tiba di suatu tempat. kami mencari air untuk wudhu tetapi kami tidak mendapatkannya. lalu al-A'la bin al-Hadrami berdiri untuk mengerjakan shalat dua rakaat kemudian berdoa,

'Ya Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Wahai yang Maha Tinggi dan Mahaagung. Sesungguhnya kami adalah hamba-hambaMu yang sedang dalam perjalanan untuk memerangi musuhMu. Turunkanlah hujan kepada kami agar kami dapat minum, dan berwudhu dari najis. jika kami telah meninggalkan tempat itu, janganlah ada seorang pun yang Engkau beri jatah air hujan itu.'

Belum jauh jarak yang kami tempuh, kami tiba di sebuah sungai deras yang airnya berasal dari air hujan. Dia berkata, 'Kita berhenti di sungai ini dulu untuk minum.' Aku mengisi bejanaku, lalu aku sengaja meninggalkannya di tempat itu. Aku berkata, 'Aku akan lihat, apakah betul permohonannya dikabulkan?'

Kemudian kami berjalan kurang lebih satu mil. Aku berkata kepada teman-temanku, 'Aku lupa, bejanaku tidak terbawa.' Aku balik lagi ke tempat itu tidak pernah turun hujan. Selanjutnya aku ambil bejanaku dan aku bawa serta.

Setelah kami sampai di Darain, kami mendapati di hadapan kami terbentang sungai yang menghalangi antara kami dan pasukan musuh. Ketika itu al-Ala' memanjatkan doa lagi,

'Ya Allah, Dzat yang Maha Mengetahui, yang Maha Santun, yang Mahaagung. sesungguhnya kami adalah hamba-hambaMu, bukalah jalan untuk kami menuju musuhMu.'

Tidak terduga kami dapat melewati sungai tersebut. Bahkan kuda-kuda kami satu pun tidak basah karena air, sehingga kami dapat berhadapan dan menyerang musuh.

Setelah kami kembali dari peperangan, al-Ala' mengeluh sakit perut, yang membawanya meninggal dunia. sedangkan kami tidak mendapatkan air untuk memandikan jenazahnya. Kemudian kami kafani baju yang dikenakan lalu kami kuburkan.

Tidak berapa lama dari perjalanan kami, kami mendapatkan mata air. kemudian kami berkata, 'Marilah kita balik ke tempat itu untuk mengeluarkan jenazah al-Ala' dan memandikannya.' Kami semua kembali, menyusuri tempat ia dimakamkan. Ternyata kami tidak mampu menemukan makamnya dengan demikian kami gagal memandikan jenazahnya.

Kemudian ada seorang laki-laki berkata, "Aku pernah mendengar dia berdoa kepada Allah,

'Ya Allah, Dzat yang Maha Mengetahui, Mahasantun dan Mahaagung, sembunyikanlah jenazahku, jangan Engkau perlihatkan auratku kepada seorang pun.'

Lalu kami kembali dan kami meninggalkan jasad al-Ala' yang telah dimakamkan di tempat itu.

Disalin dari kitab 'Mi'ah Qishash min Qishashish Shalihin' 99 Kisah Orang Shalih karya Syaikh Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab, Penerbit Darul Haq, Jakarta.

Sumber Gambar